Muhammad Alwin Rais
SMA
Negeri satu Mimika
“KESERAGAMAN DAN KEBERAGAMAN TUMBUHAN”
I. Tujuan Penelitian
Mengamati keseragaman dan keberagaman sifat tumbuhan
II. Alat Dan Bahan
· 10 lembar daun mangga jenis queenie
· 10 lembar daun mangga jenis yang sama dari pohon yang berbeda
· 10 lembar daun jambu biji
· Penggaris
· Pensil
· Kertas
III. Cara Kerja
· Memberi label A di 10 lembar daun mangga pada pohon pertama
· Memberi label a di 10 lembar daun mangga pada pohon kedua
· Melakukan observasi terhadap ciri morfologi setiap daun, menurut :
a. Bentuk
b. PanjanLebar
c. Warna
d. Sistem pertulangan daun
e. Sifat permukaan
· Mencatat data hasil observasi dalam bentuk tabel
IV. Hasil Pengamatan
Ø Gambar morfologi daun mangga
Ø Gambar morfologi daun jambu
| No. | Ciri Morfologi Daun yang Diamati | Daun ke- | |||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | ||
| A. | 1. Warna | | | | | | | | | | |
| 2. Bentuk | Lanceolate (berbentuk pisau bedah) | ||||||||||
| 3. Panjang (cm) | 30,2 | 27,5 | 32,2 | 28 | 20 | 27 | 21 | 24,5 | 24 | 24 | |
| 4. Lebar bagian tengah (cm) | 7 | 7 | 8,3 | 7,2 | 6,4 | 7,1 | 6,5 | 6 | 6 | 7,5 | |
| 5. Sistem pertulangan | Reticulate (Berurat kecil membentuk jaringan) | ||||||||||
| 6. Sifat permukaan | Undulate (Pinggiran berombak lebar) | ||||||||||
| a. | 1. Warna | | | | | | | | | | |
| 2. Bentuk | Lanceolate (berbentuk pisau bedah) | ||||||||||
| 3. Panjang (cm) | 24 | 27 | 25,5 | 24 | 25,5 | 29 | 24,5 | 27,1 | 25 | 26 | |
| 4. Lebar bagian tengah (cm) | 7 | 8,3 | 6,79 | 7 | 7,2 | 9 | 7,2 | 7,5 | 6 | 8 | |
| 5. Sistem pertulangan | Reticulate (Urat - urat kecil membentuk jaringan) | ||||||||||
| 6. Sifat permukaan | Undulate (Pinggiran berombak lebar) | ||||||||||
| B. | 1. Warna | | | | | | | | | | |
| 2. Bentuk | Elliptic/Orbicularis (berbentuk bulat telur) | ||||||||||
| 3. Panjang (cm) | 11 | 12 | 9,5 | 10,7 | 12,3 | 11 | 9 | 12 | 12,5 | 10 | |
| 4. Lebar bagian tengah (cm) | 6,3 | 7 | 5,5 | 7 | 6,20 | 7 | 5 | 7 | 8,2 | 6,5 | |
| 5. Sistem pertulangan | Cross-venulate (Urat – urat kecil menyambung dengan urat yang lebih besar di sebelahnya) | ||||||||||
| 6. Sifat permukaan | Undulate (Pinggiran berombak lebar) | ||||||||||
Ø Tabel Ciri Morfologi Daun
V. Pembahasan
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).
Jadi, dari pembahasan singkat diatas dapat di hubungkan kembali dengan tujuan pada pembuatan laporan ini bahwa keanekaragaman hayati merupakan keberagaman lebih dari satu ciri pada satu organisme yang dimana perbedaan ciri tersebut akan menentukan banyak sedikitnya jumlah spesies organisme yang terdapat di bumi ini. Keanekaragaman disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan lingkungan, yang dimana terdapat interaksi antarkedua faktor tadi.
Faktor keturunan disebabkan oleh adanya gen yang akan memberikan sifat dasar atau pembawaan. Akan tetapi, sifat bawaan terkadang tidak muncul (tidak tampak) karena faktor lingkungan. Jika faktor bawaan sama tetapi lingkungannya brbeda, sifat yang tampak menjadi berbeda. Jadi terdapat interaksi antara faktor genetik dengan faktor lingkungan untuk menentukan sifat organisme. Oleh karena adanya dua faktor tersebut, maka muncullah keanekaragaman hayati.
Seperti yang telah dituliskan dalam lembar hasil pengamatan, terdapat beberapa perbedaan ciri antarspesies yang sama maupun yang berbeda. Hal ini tidak lepas dari kedua faktor tadi yang dimana mempengaruhi ciri spesies pada organisme, dalam hal ini pada bentuk morfologi daun. Bukan hanya itu, keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem.
V. Kesimpulan
1. Bentuk daun sangat beragam
2. Warna pada daun dipengaruhi oleh klorofil dalam daun
3. Contoh beberapa jenis pigmen yang memberi warna pada daun :
4. Perbedaan ciri pada tiap organisme merupakan keanekaragaman hayati
5. Keanekaragaman disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor genetik dan lingkungan
6. keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat :
· keanekaragaman gen
· keanekaragaman spesies
· keanekaragaman ekosistem
Sumber :
Syamsuri, Istamar. 2006. Biologi untuk SMA kelas X. Jilid 1B. Penerbit Erlangga
Pratiwi, D. A. Maryati. Srikini. Suharno. Bambang S. 2006. Biologi untuk SMA kelas X. Jilid 1. Penerbit Erlangga
en.wikipedia.org/leaf-morphology
id.wikipedia.org/daun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar